Translate

Selasa, 04 September 2012

Arti keikhlasan dan perjuangan dalam catatan ramadan ku

Akhi, apa bisa makanannya nasi bungkus saja. Jadi kami tak perlu repot mencuci piring lagi. Kan kami ingin juga selepas magrib itu memperbanyak ibadah bukan langsung bergegas nyuci piring…” kata Tsania kepada Rima yang sedang mengambil piring-piring kotor di teras mesjid.
“Kan bisa sehabis salat tarawih ukhti…”Jawabnya enteng.
“Itu malah membuat kami molor untuk pulang ke rumah. Apa akhi tak mengerti kami…?” Ucap Tsania rada kesal.
“Ya sudah lah, kalau ukhti keberatan nanti saya saja yang menyuci piringnya.” Sambil berlalu membawa setumpuk piring ke tempat pencucian.
“Apa dengan begitu lantas membuat kami bilang jangan, tidak usah akhi biar kami saja. Hoh tidak!” kata Tsania dalam hatinya. Tsania sengaja menyuruh teman.... baca selengkapnyahttp://www.lp3i.ac.id/cerpen/view_artikel.php?id=674

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bertutur baik, menulis juga yang baik-baik saja