“Akhi, apa bisa makanannya nasi bungkus
saja. Jadi kami tak perlu repot mencuci piring lagi. Kan kami ingin juga selepas
magrib itu memperbanyak ibadah bukan langsung bergegas nyuci piring…” kata
Tsania kepada Rima yang sedang mengambil piring-piring kotor di teras mesjid.
“Kan
bisa sehabis salat tarawih ukhti…”Jawabnya
enteng.
“Itu
malah membuat kami molor untuk pulang ke rumah. Apa akhi tak mengerti kami…?” Ucap Tsania rada kesal.
“Ya
sudah lah, kalau ukhti keberatan
nanti saya saja yang menyuci piringnya.” Sambil berlalu membawa setumpuk piring
ke tempat pencucian.
“Apa
dengan begitu lantas membuat kami bilang jangan, tidak usah akhi biar kami
saja. Hoh tidak!” kata Tsania dalam hatinya. Tsania sengaja menyuruh teman.... baca selengkapnyahttp://www.lp3i.ac.id/cerpen/view_artikel.php?id=674
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
bertutur baik, menulis juga yang baik-baik saja